🌑 Pacaran Menyeret Orang Tua Ke Neraka

Allahberfirman, "Dan di antara manusia ada yang menjadikan tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Dan orang-orang yang beriman sangat besar kecintaannya kepada Allah," (QS. Al Baqarah : 165). Berhati-hatilah jika mencintai sesuatu. Jangan sampai cinta itu setara atau bahkan melebihi cinta kepada Allah. SeorangAYAH yang alim, ahli ibadah sekalipun akan ikut putrinya masuk neraka ketika ayahnya tidak memenuhi tanggung jawabnya untuk menjamin putrinya mengenal agama. Semiskin-miskinnya keluarganya, tidak ada alasan untuk tidak bisa menjamin ajaran agama bisa didapat putrinya. Seorang ayah harus mengajarkan putrinya sholat, berpuasa, dan menutup Merekaitulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus," (QS Al hujurat : 7) Baca juga: Faidah Luar Biasa dari Seringnya Mengucap Alhamdulillah Dan banyak ayat-ayat lainnya dalam Al Qur'an tentang perihal cinta ini. Namun demikian, ada beberapa jenis 'cinta' yang ternyata akan menjerumuskan atau menyeret manusia kepada azab dan neraka. Menurutagama Islam, pacaran saja hukumnya haram. Namun, bagaimana jika pacaran sudah dizinkan oleh kedua orang tuanya. Pasalnya, menurut agama Islam, bagi orang tua yang memberi izin atau pun membiarkan anaknya untuk berpacaran, maka orang tua tersebut akan mendapatkan siksaan di akhirat kelak. Sebuah video diunggah oleh akun @unialfi lewat 6F1k. Cette affirmation, je l’ai entendue plusieurs fois, avec quelques variations quant à la situation. Ce dilemme peut surgir au début d’un engagement amoureux, comme il est souligné dans cette phrase ; mais, il s’agit aussi parfois d’une histoire au long cours, et d’une séparation envisagée après de nombreuses années, rupture devant laquelle un des conjoints manifeste une telle souffrance que l’autre hésite à prendre la funeste décision. Il semble que ces deux situations extrêmes ne soient pas comparables dans le premier cas, l’ami à qui ce dilemme est raconté a tendance à penser qu’il n’est pas sain d’engager sa vie avec quelqu’un qui manifeste son attachement dans le registre d’une pression affective plus ou moins consciente, et quasi vitale ; dans le deuxième cas on aura, au contraire, un jugement dur vis-à-vis d’une personne abandonnant son conjoint de toujours, en le laissant loading... "Dan di antara manusia ada yang menjadikan tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Dan orang-orang yang beriman sangat besar kecintaannya kepada Allah,........" QS. Al Baqarah 165. Baca Juga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Barang siapa mencintai makhluk seperti kecintaannya kepada al-Khaliq Yang Maha Pencipta, yaitu Allah, –ed., dia telah melakukan perbuatan syirik. Sungguh, dia telah menjadikan selain Allah sebagai tandingan, dan mencintainya sebagaimana dia mencintai Allah.” Majmu’ al-Fatawa 10/265Ancaman bagi pecinta jenis ini bukan lain adalah neraka jahannam yang kekal abadi. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang perbuatan syirik,إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمًا ٤٨“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa mempersekutukan Allah, sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” QS an-Nisa’ 48 MuharromahMahabbah muharromah atau cinta yang diharamkan atau cinta maksiat. Cinta jenis ini merupakan rasa cinta yang ditujukan pada orang kafir, musyrikin, munafiqin, pelaku bid'ah dan lain-lain dari kalangan pelanggar agama Allah. Bahkan tak hanya pelakunya, namun juga perbuatannya. Jika mencintai perbuatan syirik, kafir, nifaq, bid'ah ataupun larangan syariat, maka termasuk cinta jenis ini. Baca Juga Thabi'iyyahJenis cinta yang ketiga yakni mahabbah thabi'iyyah atau cinta tabiat. Cinta jenis ini tidaklah haram melainkan mubah. Akan tetapi, hukum mubah ini dapat berubah menjadi haram jika rasa cinta terlalu berlebihan. Cinta ini ditujukan pada pasangan, orang tua, anak, sahabat dan lain sebagainya yang menjadi tabiat manusia untuk mencintai orang-orang tersebut. Disebut tabiat karena cinta ini merupakan sebuah perangai ataupun perasaan yang sudah menjadi fitrah manusia. Allah menciptakan manusia dengan segala perasaan cinta ini. Oleh karena itu, cinta ini hukumnya mubah alias dibolehkan atau sah-sah cinta tabiat ini menjadi haram, sebagaimana dijelaskan pada jenis cinta pertama, yakni ketika cinta tabiat ini melebihi porsinya. Jika cinta tabiat ini melebihi cinta kepada Allah dan RasulNya, maka pelakunya akan berdosa dan terancam neraka. Baca Juga Allah berfirman, "Katakanlah, 'jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, dan sanak saudara kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugian nya dan tempat tinggal yang kalian sukai, adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan RasulNya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.' dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik," QS. At Taubah 24.Ibnu Katsir menafsirkan kalimat "maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya" dengan azab. Maksudnya, yakni tunggulah hukuman yang akan menimpa kalian. Sebuah hukuman berat akan diberikan pada para pelaku cinta tabiat yang berlebihan hingga menandingi cinta kepada Allah. Baca Juga Wallahu A'lam wid Katanya sayang orang tua ? Kok pacaran ? Katanya cinta orang tua ? Kok berduaan ? Yah kalau begitu namanya cinta dan sayangnya cuma di mulut doang Lagi-lagi postingan ini bukan untuk menyindir siapapun Tapi kalau yang kesindir sih gapapa, berarti kamu peka Peka terhadap hidayah yang sudah dekat tapi justru kau tak menyadari bahkan cenderung menolak Untuk para orang tua atau calon orang tua abi-umi, abah-emak, papa-mama, ibu-ayah dll tolong nasihatkan kepada kami putra putrimu untuk menjauhi yang namanya PACARAN bukan sebaliknya kau mengatakan “huu udah gede ga punya pacar” atau perkataan yang justru mengizinkan anaknya untuk berpacaran Miris sekali jika ada orang tua yang seperti itu Dan untuk kita, YA KITA, yang sebagai anaknya Mari kita jauhi pacaran Karena pacaran salah satu cara mendekati zina Dalam surah Al Isra sudah dijelaskan, mendekati zina saja dilarang apalagi sampai melakukan perbuatan zina Jangan bilangnya sahabatan/temenan Tapi justru makannya berduaan Mojok gelap-gelapan Fotonya senderan Bahkan kemana-kemana bergandengan tangan *dikira mau nyebrang kalian Duh kalau begitu, kasian orang tua yang sudah membesarkan Bukannya masuk ke syurgaNya justru dijerumuskan ke dalam nerakaNya Karena apa ? Karena kita KELAKUAN ANAKNYA Sumber Line Teladan Rasulullah Penerus Media Islam

pacaran menyeret orang tua ke neraka